Jumat, 03 Juli 2009

Undangan Facebookers : RACHMAD YULIADI NASIR

UNDANGAN FACEBOOKERS
RACHMAD YULIADI NASIR

RACHMAD YULIADI NASIR

GERAKAN FACEBOOKERS BERANTAS KORUPSI TANGKAP DAN ADILI PARA KORUPTOR

kompasiana.com/rachmadbacakoran

SABOTASE TENGGELAMNYA KAPAL KMP.GURITA

Baca artikel saya di www.kompasiana.com/rachmadbacakoran

UNDANGAN GRUP RACHMAD YULIADI NASIR

Ayo,Cuci Tangan Dengan Sabun


DUKUNG BASMI AIDS - STOP AIDS INDONESIA


GERAKAN FACEBOOKERS BERANTAS KORUPSI TANGKAP DAN ADILI PARA KORUPTOR


RACHMAD YULIADI NASIR


Sabotase Tenggelamnya KMP.Gurita
RACHMAD YULIADI NASIR
| 26 Juni 2009 | 13:20

sumber: kompasiana.com/rachmadbacakoran

Sabang, Banda Aceh - Musibah terbesar sepanjang tahun 1996 terjadi di Teluk Balohan, Sabang. Kapal Motor Penumpang (KMP) Gurita yang mengangkut 378 penumpang, tenggelam ke dasar laut. Dari jumlah penumpang itu, 40 orang dapat diselamatkan, 54 ditemukan tewas dan 284 orang di nyatakan hilang bersama-sama dengan KMP Gurita yang tidak berhasil di angkat dari dasar laut.

KMP Gurita merupakan alat transportasi utama yang menghubungkan pelabuhan Malahayati, Banda Aceh dan pulau Sabang. Penyebab kapal feri itu tenggelam karena kelebihan muatan. Kapasitas angkutnya hanya untuk sekitar 210 orang. Namun yang diangkut sebanyak 378 orang.

DISABOTASE

Kapal KM. Gurita tersebut tenggelam karena di sabotase, perebutan kekuasaan antara sipil dan militer. Oktober 1995, pemilihan Walikota Sabang, calon Sekda Sabang TM Yusuf SH versus kandidat militer Kol(inf) Bustari Mansyur.

Walikota sebelumnya Kol(inf)Sulaiman Ibrahim tidak berkenan TM Yusuf maju untuk pilkada, akhirnya TM Yusuf, SH. Kehilangan istri beserta anak-anaknya, akibat tenggelam kapal gurita ini.

Juga kandidat Walikota Sabang Drs M Nasir dan istri, era 80-an, pemilihan pilkada, calon Drs M Yusuf Walad, MBA. Beliau adik kandung mantan Gubernur Aceh (Prof Dr Muzakir Walad, memimpin sebagai Gubernur Aceh dua periode, 1968-1973 dan 1973-1978).

Hasil pilkada yaitu Drs M Yusuf Walad sebanyak 13 suara, dan Drs M Nasir sebanyak 7 suara.

Pada 19 Januari 1996, Jumat malam kejadian tersebut, jabatan terakhir Drs M. Nasir adalah Asistan II Walikota Sabang. Tapi media massa, baik cetak maupun elektronik tidak berani memberitakan hal tersebut.
Berita terbaru, tepatnya lima hari kejadian tsunami Aceh, dini hari jam 01:00 WIB tanggal 1 Januari 2005, di daerah Menteng, saat acara renungan doa akhir tahun, mantan Gubernur Aceh yang berkuasa saat terjadi musibah KMP Gurita.

Prof Dr Syamsuddin Mahmud (periode 1993 - 1998 serta 1998 - 2000), bertemu dengan putra almarhum Drs M Nasir. Ia terkejut dan tidak mengetahui bahwa Asisten II Sabang, DRS.M.Nasir dan Istri ikut tenggelam juga.

Ini karena laporan anak buahnya yang tidak memberikan data yang akurat dan menyembunyikan informasi.
Perlu diketahui oleh khalayak sejagat, bahwa Wakil Gubernur Aceh saat itu adalah seorang Brigjen (Inf) sebagai Ketua Tim Bakornas.

Gurita tenggelam 19 Januari 1996 Jumat malam. Pencarian kapal berlangsung mulai malam tersebut, sabtu(20/1) dan minggu(21/1). Sejak Senin (22/1) bertepatan awal Ramadhan, pencarian dihentikan, karena Minggu (21/1) malam, ada pertemuan rahasia antara istri mantan Walikota Sabang, Ratna Sulaiman Ibrahim dengan putra Asisten II Walikota Sabang, Drs M Nasir, di kawasan Blang Oi, Banda Aceh.

Ia hanya mengecek berita, apakah Drs M Nasir, benar telah tenggelam beserta istri, tapi tidak satupun anaknya yang ikut.

(Posisi masing-masing saat kejadian: Nurlina Nasir di banda Aceh; Rachmad Yuliadi Nasir di Lhokseumawe; Jamal Akhmad Syaufi Nasir di Sabang).

Malam kejadian 19 januari 1996, di sabang; tepatnya orang-orang kantor Walikota sabang menganggap RACHMAD YULIADI NASIR sudah mati (ikut kapal). Sabtu sore 20 januari 1996 jam 18:00 wib, dari telepon Sabang ke Banda Aceh langsung bicara antara adik dengan abangnya memperoleh kabar kami dalam keadaan selamat di Banda Aceh, adik juga tidak percaya malam kejadian jam 23:30 wib saat menelepon ke Banda Aceh dengan lina, jangan-jangan bukan Lina kakaknya yang bicara tadi malam, tetapi orang lain. Sore hari sabtu (19/01) baru lega perasaan adik, bahwa kami sudah berkumpul bersama di Banda Aceh.

Sebelumnya, Januari 1981, sabotase pertama, Drs M Nasir, beserta rombongan dari seluruh daerah Aceh dan Sumatra Utara, mengadakan penataran di Medan, saat liburan rombongan berangkat ke danau Toba, tetapi terjadi kecelakaan bus, rombongan banyak yang terluka, termasuk Drs. M. Nasir, kaki kiri luka parah, tertusuk besi kursi.

Akhirnya dirawat di rumah sakit Medan selama 3 bulan serta hampir saja diamputasi kaki kirinya. Walaupun tidak jadi diamputasi, kaki tersebut selama hidupnya selalu membuat masalah luka permanen, kadang bernanah, membiru, gatal-gatal merah, membuat sakit sekujur tubuh.

Dengan tenggelam kapal KMP.Gurita Ini, berakhirlah penderitaan selama hidup Asisten II Walikota Sabang Drs .M .Nasir.


kompasiana : Foto PRIBADI HUT THC ke 10

FOTO PRIBADI RACHMAD YULIADI NASIR
HUT THC KE 10


foto RACHMAD YULIADI NASIR


foto RACHMAD YULIADI NASIR


foto RACHMAD YULIADI NASIR bersama mantan dubes AS Paul W

kompasiana :HUT THC ke 10

HUT THC KE 10


PESERTA SEMINAR


BERITA KAPAL GURITA TENGGELAM DI www.kabarindonesia.com

BUKU HUT THC

SAMBUTAN HABIBIE

SAMBUTAN HABIBIE


BUKU HUT THC KE 10

TANDATANGAN HABIBIE

kompasiana : Foto HUT THC ke 10 dan semua foto

kompasiana : Korban Tsunami ACEH

NURLINA NASIR korban Tsunami ACEH, 26 Desember 2004
visit http://www.walikotasabang.blogspot.com

kompasiana : Foto-Foto


Jakarta 19/03/2009


kilometer nol sabang di ujung bau, 29 KM dari kota sabang


tugu ini terletak di pelabuhan penyeberangan balohan, untuk memperingati tenggelamnya kapal kmp.gurita 19/01/1996 atas bantuan turis taiwan yang selamat


Foto keluarga yang terakhir, sabang 28/06/1991 , sore jam 17:00 wib


foto keluarga saat pelantikan sebagai assistan II walikota sabang

kompasiana : KOMPASIANA WAJAH BARU

KOMPASIANA WAJAH BARU

RACHMAD YULIADI NASIR
Alamat Profil:
Kompasianer sejak:
25 Mei 2009
penulis lepas

http://www.kompasiana.com/rachmadbacakoran

kompasiana 43:Pertarungan Para Jenderal Pada Kabinet SBY

Pertarungan Para Jenderal Pada Kabinet SBY
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 16 Oktober 2009 - Dibaca 1204 Kali -

Pasca pelantikan presiden SBY periode kedua tahun 2009-2014 nanti tanggal 20 Oktober 2009, sekarang para Jenderal sibuk bertarung dengan para calo-calo spekulan calon menteri agar mereka di pilih dan di lantik sebagai menteri untuk periode tahun 2009-2014.

Seperti rekan sejawatnya dari menteri perekonomian, kalangan tim menteri POLHUKAM tidak ingin kalah, mereka juga mengadakan rapat terakhir di bidang politik, hukum dan keamanan (POLHUKAM) dan membicarakan kondisi perpolitikan negara pasca pemilu pilpres dan menyongsong pelantikan presiden dan wakil presiden, SBY-Boediono di gedung MPR RI, serta evaluasi dan pencapaian kinerja bidang polhukam.

Diakhir sesi rakor tersebut mereka berfoto bersama untuk kenang-kenganan, siapa tahu tidak terpilih lagi sebagai menteri setelah menjadi menteri selama 5 tahun sejak 2004-2009.

Bertempat di jalan Medan Merdeka Barat, rakor POLHUKAM ini di pimpin Menko POLHUKAM laksamana(purn) Widodo AS, juga hadir para jenderal lainnya dan para menteri, Menhan Juwono Sudarsono, Kabin Syamsir Siregar, Mendagri Mardiyanto, Menlu Hasan Wirayuda, Menkum dan HAM Andi Matallatta, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menkominfo M Nuh. serta 3 kepala Staf TNI KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, KSAU Marsekal Subandrio dan KSAL Laksamana Tedjo Edhi Purdijatno.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Pertarungan Para Jenderal ...

Pertarungan Para Jenderal Pada Kabinet SBY; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 16 Oktober 2009 - Dibaca 426 Kali -. Pasca pelantikan presiden SBY periode kedua ...
public.kompasiana.com/.../pertarungan-para-jenderal-pada-kabinet-sby/ - 19 jam yang lalu

kompasiana 42: Ayat Tembakau Hilang itu kasus Pidana

Ayat Tembakau Hilang, Itu Kasus Pidana
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 15 Oktober 2009 - Dibaca 247 Kali -

Pekan yang lalu, kita terkejut dengan hilangnya ayat-ayat yang menyangkut tentang tembakau hilang atau sengaja di hilangkan dalam pembahasan di DPR RI, ada apa ini?

Presiden SBY pun menyuruh kalangan DPR agar segera menyusut siapa yang melakukan penghilangan ayat-ayat tembakau tersebut dalam Undang-undang kesehatan. Masalahnya yang sudah di ketok palu masih juga bisa hilang, semua orang sudah tahu bukan pertama kali terjadi hal seperti ini, presiden harus turun tangan jangan cuci tangan apalagi lempar tangan, yang paling mudah adalah tanda tangan.

Ayat 2 pasal 113 UU kesehatan di laporkan menghilang seperti hantu saat di serahkan ke Sekretariat Negara. Korupsi ayat itu pun ketahuan karena ayat di bagian penjelasan terlupa dihapuskan. Setelah ribut-ribut baru ayat itu di kembalikan ke posisi semula.

Ayat 2 pasal 113 UU kesehatan itu berbunyi: “Zat aditif sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya”.

Kasus ini harus segera di usut, penghilangan satu ayat dalam RUU kesehatan ini harus menjadi perhatian DPR dalam setiap membahas RUU, sehingga produk yang di hasilkan benar-benar berkualitas. Hal ini jelas-jelas merupakan kejahatan terhadap konstitusi, presiden bisa di pecat/impeacht jika melanggar konstitusi dan agak aneh bila kasus ini di biarkan saja tanpa ada pertanggungan ke publik.

Menurut ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, penghilangan ayat ini tentang UU kesehatan yang sudah di sahkan oleh DPR merupakan kasus pidana dan harus di usut tuntas.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Ayat Tembakau Hilang, Itu ...

Ayat Tembakau Hilang, Itu Kasus Pidana; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 15 Oktober 2009 - Dibaca 106 Kali -. Pekan yang lalu, kita terkejut dengan hilangnya ...
public.kompasiana.com/2009/10/.../ayat-tembakau-hilang-itu-kasus-pidana/

kompasiana 41: Tim Ekonomi Pada Kabinet SBY Harus Kredibel

Tim Ekonomi Pada Kabinet SBY Harus Kredibel
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 16 Oktober 2009 - Dibaca 1 Kali -

http://www.detikfinance.com/images/content/2009/10/14/68/KIB-dalam.jpg

Setelah pelantikan presiden SBY untuk periode kedua tahun 2009-2014, kita nantikan siapa-siapa yang akan menjadi menteri, khususnya pada bidang perekonomian.

Tim ekonomi di kabinet baru menjadi pertaruhan bagi tim ekonomi nasional dalam lima tahun ke depan, jika salah pilih orang, sudah pasti laju perekonomian akan mandek, jangan sampai krisis moneter tahun 1998 terulang kembali saat negara RI ini di pimpin oleh Presiden Soeharto yang mengakibatkan beliau mengundurkan diri dari presiden setelah lebih dari 32 tahun berkuasa.

Saat ini para calo-calo politik dan para spekulan calon menteri ekonomi terus merebak tiap hari siang dan malam, masyarakat di suguhi teka-teki yang yang pantas menjadi menteri, orang lama ataukah orang baru, siapakah DIA? Tunggu saja setelah tanggal 20 Oktober 2009 pasti terjawab.

Hari Rabu( 14/10/2009), kemarin merupakan Rakor tim perekonomian yang terakhir periode 2004-2009, mereka mengadakan pertemuan membahas masalah-masalah ekonomi bangsa yang di pimpin oleh menko perekonomian Sri Mulyani dengan mengagendakan pencapaian kinerja serta permasalahan yang belum terselesaikan di bidang ekonomi dari masing-masing departemen.

Dari kabinet sekarang di prediksikan setengah dari mereka akan di isi oleh kandidat menteri yang baru, sekalian mereka berfoto bersama di akhir jabatannya, jangan-jangan ini adalah karir terakhir mereka sebagai menteri di tim perekonomian.

Rapat digelar di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng. Setidaknya ada 14 menteri dan lembaga yang dibawah menteri bidang perekonomian antaralain Menperin Fahmi Idris, Mendag Mari Elka Pangestu, Kepala BKPM Muhammad Lutfi, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Number, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menakertrans Erman Soeparno, Mentan Anton Apriyantono, Menkominfo M Nuh, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Meneg BUMN Sofyan Djalil, Menhut MS Kaban.

Tags: agenda, bangsa, berkuasa, CALO, calon menteri, Ekonomi, Foto, Kabinet, kinerja, krisis, masalah, masyarakat, mengundurkan diri, menko perekonomian, menteri, Moneter, nasional, negara, pencapaian, Politik, Presiden, RI, sby, soeharto, Spekulan, teka teki

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Tim Ekonomi Pada Kabinet ...

Tim Ekonomi Pada Kabinet SBY Harus Kredibel; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 16 Oktober 2009 - Dibaca 247 Kali - ...
public.kompasiana.com/.../tim-ekonomi-pada-kabinet-sby-harus-kredibel/ - 22 jam yang lalu

kompasiana 40:PDI-P Ogah Masuk Kabinet Presiden SBY

PDI-P Ogah Masuk Kabinet Presiden SBY
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 15 Oktober 2009 - Dibaca 1 Kali -

Pelantikan Presiden SBY periode kedua tinggal menunggu waktu, yaitu tanggal 20 Oktober 2009 nanti serta semua orang dalam dunia politik di Indonesia maupun di dunia menanti siapa yang akan menjadi menteri-menteri kabinet periode 2009-2014.

Partai Oposisi yaitu PDI-P jauh-jauh hari sudah memberi peringatan kepada para kadernya untuk tidak menjadi menterinya Presiden SBY. Bila masuk kabinet SBY maka kader partai tersebut akan di pecat, kata Mantan presiden Megawati Soekarno Putri. Jadi kalau masuk kabinet yang akan datang silakan dengan resiko di pecat dari kader PDI-P.

Tags: Kabinet, Kader, megawati, megawati soekarno putri, menteri, partai, PDI-P, peringatan, Presiden, sby, Soekarno

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » PDI-P Ogah Masuk Kabinet ...

PDI-P Ogah Masuk Kabinet Presiden SBY; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 15 Oktober 2009 - Dibaca 796 Kali -. Pelantikan Presiden SBY periode kedua tinggal ...
public.kompasiana.com/2009/10/.../pdi-p-ogah-masuk-kabinet-presiden-sby/

kompasiana 39: Nasib Partai Bulan Bintang Tergantung Munas

Nasib Partai Bulan Bintang Tergantung Munas
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 12 Oktober 2009 - Dibaca 582 Kali -

Banyak partai politik (Parpol) yang kalah pada pemilu legislatif 2009 yang lalu, salah satunya adalah PBB; singkatan dari PBB yang di maksud adalah Partai Bulan Bintang bukan Perserikatan Bangsa-Bangsa apalagi Persatuan Baris Berbaris.

Nasib jelek menimpa partai ini, karena tidak memenuhi syarat 2 % perolehan suara/kursi secara nasional dari seluruh provinsi se-Indonesia, dari sabang sampai Meuroke, partai ini hanya berjaya di provinsi Bangka Belitung. Pada Pemilu tahun 1999 PBB berjaya dengan 13 kursi, selanjutnya di tahun 2004 turun menjadi 11 kursi, akhirnya di tahun 2009 ini menjadi nol kursi, karir partai ini jelas terlihat keluar dari gedung senayan sejak pelantikan anggota DPR/MPR yang baru periode 2009-2014 sejak tanggal 1 Oktober 2009.

Sehubungan dengan nasib PBB kedepan, selama dua hari, partai ini mengadakan seminar dengan thema ” Revitalisasi Partai Bulan Bintang Untuk Kemaslatan Umat” di Hotel Sahid Jaya Jakarta, 10-11 Oktober 2009.

Pada kesempatan itu ketua Umum Partai Bulan Bintang, MS.Kaban yang juga Menteri Kehutanan RI mengatakan “Nasib partai ini akan di tentukan pada Munas PBB April 2010 nanti, bergabung dengan partai lain atau di bubarkan serta tetap lanjut terus”.

Acara ini juga di hadiri oleh Yusril Ihza Mahendra, Calon Presiden dari Partai Bulan Bintang, beliau mengharapkan partai ini terus berjalan menunggu pemilu 2014. Walaupun tidak lolos Parliamentary Threshold (PT) atau terkenal dengan ambang batas perolehan suara, sesungguhnya partai ini tetap bisa mengikuti pemilu 2014 nantinya sesuai UU pemilu yang berlaku.

Penyebab utama Partai Bulan Bintang tidak lolos pada pemilu 2009 adalah: figur caleg PBB tidak dikenal (kurang populer), pengurus/fungsionaris PBB kurang dekat/dikenal rakyat, figur pemimpin partai lemah, PBB kurang/jarang di liput oleh media massa, infrastruktur/jaringan partai lemah serta kiprah pimpinan/pengurus partai yang amburadul/banyak masalah.

Tags: amburadul, bangka belitung, caleg, DPR, fungsionaris, ketua umum, legislatif, M.S Kaban, media massa, menteri, MPR, Munas, parliamentary threshold, parpol, Partai Politik, PBB, pemilu, pimpinan, sabang, sahid jaya, Senayan, UU pemilu, yusril ihza mahendra

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Nasib Partai Bulan Bintang ...

Nasib Partai Bulan Bintang Tergantung Munas; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 12 Oktober 2009 - Dibaca 62 Kali -. Banyak partai politik (Parpol) yang kalah pada ...
public.kompasiana.com/.../nasib-partai-bulan-bintang-tergantung-munas/


kompasiana 38: Gardu PLN Rusak, Negara Rugi Rp 500 Miliar

Gardu PLN Rusak, Negara Rugi 500 Miliar
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 12 Oktober 2009 - Dibaca 269 Kali -

Seperti kita maklumi bersama, beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 29 Oktober 2009, gardu listrik PLN di cawang-jakarta timur, meledak dan hangus terbakar, kini rusak berat pada gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) cawang baru. Dua hari sebelumnya juga kejadian pada flash over Inter bas travo (IBT) I Kembangan, jakarta barat yang mengubah tegangan 500 kV ke 150 kV terbakar hebat.

Dampaknya jelas adanya pemadaman secara bergilir, yang rencananya hingga bulan desember nantinya. Negara jelas-jelas rugi besar akibat kejadian ini, dan di taksir sebesar RP 500 Miliar kerugian di tanggung oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara).

Rakyat kebanyakan ada 200.000 pelanggan yang menerima dampak gangguan ini, pasokan listrik terhambat, bisnis terganggu dan PLN sendiri berjanji akan memberi potongan 10 % dari biaya beban.

Saat ini terjadi pengurangan pasokan listrik sebesar 500 MW dan berakibat terganggunya subsistem di wilayah : cawang baru, cipinang, pulomas, gambir, manggarai, durentiga, mampang, abadi guna papan, danayasa, karet lama dan taman rasuna.
Kebutuhan listrik untuk wilayah jakarta dan tanggerang dan sekitarnya adalah 5.200 megawatt pada siang hari dan 4.600 megawatt pada malam hari. Pemerintah harus segera memperbaiki jaringan yang rusak ini agar tidak merugikan masyarakat luas akan kebutuhan listrik mereka. Di wilayahyang terkena pemadaman banyak orang yang tidak bisa melakukan aktivitas dengan sempurna seperti internet,nonton televisi, memasak dengan kompor listrik mencuci dengan mesin cuci dll.

Tags: Cawang, gardu, jakarta, listrik, masyarakat, meledak, negara, pasokan, pemadaman, Pemerintah, perusahaan listrik negara, PLN, Rakyat, rugi, rusak, tanggerang, terbakar

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Gardu PLN Rusak, Negara ...

12 Okt 2009 ... Gardu PLN Rusak, Negara Rugi 500 Miliar; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 12 Oktober ... RACHMAD YULIADI NASIR,; — 12 Oktober 2009 jam 1:01 pm ...
public.kompasiana.com/2009/10/.../gardu-pln-rusak-negara-rugi-500-miliar/


kompasiana 37: Gubernur Lemhanas Muladi Jadi Anak Buah Ical

Gubernur Lemhanas Muladi jadi Anak Buah Ical
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 9 Oktober 2009 - Dibaca 746 Kali -

Pasca pesta kemenangan Munas di Riau, kandidat ketua Umum Partai Golkar periode 2009-2014, Aburizal Bakrie (Ical) sekarang sibuk menyusun susunan kepengurusan yang baru.

Terlihat muka-muka lama seperti Muladi, Gubernur lemhanas RI terpilih sebagai Ketua Bidang Hukum dan Ham, yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Menteri Hukum dan Ham periode Presiden BJ.Habibie tahun 1998-1999.

Saat pertarungan para kandidat antara Aburizal Bakrie dan Surya Paloh, di masing-masing Media yang mereka punya yaitu TV One, ANTV, Vivanews.com berkiblat kepada jurangannya Ical, begitu pula MetroTV dan koran MediaIndonesia berpihak kepada Surya Paloh, begitu terjadi perang urat saraf antar keduanya, terlihat komentar sang Gubernur lemhanas Muladi, agar keduanya tidak saling menjelekan satu sama lainnya, agar pemilihan ketua Umum Partai Golkar berjalan dengan baik.

Muladi bermain dengan bagus, ia bersikap netral, siapa pun yang menang, pasti beliau tetap di pilih sebagai pengurus Partai Golkar yang baru.

Tags: Aburizal Bakrie, AnTV, BJ Habibie, Golkar, gubernur, HAM, Hukum, Ical, indonesia, kandidat, ketua, ketua umum, lemhanas, Media, mediaindonesia, menteri, metrotv, Muladi, Munas, netral, partai, Perang, preiden, riau, Surya Paloh, TVone, urat syaraf, vivanews com

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Gubernur Lemhanas Muladi ...

Gubernur Lemhanas Muladi jadi Anak Buah Ical; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 9 Oktober 2009 - Dibaca 730 Kali -. Pasca pesta kemenangan Munas di Riau, ...
public.kompasiana.com/.../gubernur-lemhanas-muladi-jadi-anak-buah-ical/

kompasiana 36: Aburizalbakrie Akhirnya Jadi Ketua Umum Partai Golkar Periode 2009-2014

Aburizal Bakrie Akhirnya jadi Ketua Umum Partai Golkar Periode 2009-2014
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 9 Oktober 2009 - Dibaca 391 Kali -

setelah bertarung secara ketat para kandidat ketua umum Partai Golkar pada Munas di hotel Labersa Pekanbaru-Riau, akhirnya kamis dini hari (8/10/2009), Aburizal Bakrie Menang telak dengan angka 296 (55,04%) suara, di susul Surya Paloh dengan 240 suara.

Dari jumlah suara para pemilih sebesar 538, hanya 2 suara yang tidak sah, sedangkan para kandidat pelengkat penderita yaitu Tommy Soeharto dan Yuddy Chisnandi masing-masing nol suara alias tidak ada yang memilih mereka.

Selamat untuk para pemenang Ical, tantangan berat sedang menanti anda kedepan untuk membawa keberhasilan bagi kemenangan partai Golkar pada pemilu 2014 nantinya. Saat ini terpilih sebagai wakil ketua Umum Partai Golkar adalah Agung laksono mantan ketua DPR RI periode 2004-2009 serta Theo L.Sambuaga.

Tags: Aburizal Bakrie, Agung Laksono, DPR, Golkar, Ical, Munas, partai, pemilu, riau, soeharto, suara, Surya Paloh, tantangan, Theo l. sambuaga, tommy soeharto, yuddy chisnandi

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Aburizal Bakrie Akhirnya ...

Aburizal Bakrie Akhirnya jadi Ketua Umum Partai Golkar Periode 2009-2014; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 9 Oktober 2009 - Dibaca 221 Kali - ...
public.kompasiana.com/2009/10/09/53723/


kompasiana 35:masyarakat sumbang RP.3 juta

Masyarakat cingkariang sumbang gempa RP. 3 juta
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 4 Oktober 2009 - Dibaca 1 Kali -

Gempa bumi yang terjadi di Sumatera barat, Rabu 30 september 2009, turut membuat masyarakat menaruh simpati, demikian juga dengan masyarakat nagari cingkariang-Sumatera barat yang berada di jabodetabek.

pada saaat acara silaturahmi dan halal Bi halal warga tersebut di jakarta, minggu 4 oktober 2009, secara spontan terkumpul dana sebesar RP.3 juta untuk di sumbangkan kepada korban gempa.

panitia acara mengharapkan semoga di balik bencana dan musibah ini kita dapat mengambil hikmahnya dan merenung atas apa yang telah terjadi, serta semoga arwah para korban gempa ini di terima di sisi ALLAH SWT dan keluarga yang di tinggalkan di beri kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan hidup ini.

Tags: , , , , ,

kompasiana 34: Gerakan gempa 30 september 2009

Gerakan Gempa 30 September 2009
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 2 Oktober 2009 - Dibaca 866 Kali -

Reruntuhan bangunan akibat gempa di Sumatra Barat

Gempa yang terjadi Rabu petang tanggal 30 September 2009 yang terkenal dengan gerakan gempa 30 September ini cukup memakan banyak korban jiwa. pemerintah dalam hal ini presiden SBY menerapkan masa tanggap darurat selama 2 bulan lamanya.

Gempa yang terjadi tepat di sore hari Rabu, 30 September 2009 jam 17:16 WIB dengan kekuatan lumayan hebat sebesar 7,6 SR (Skala Ritcher) pada kedalaman 71 KM, dengan episentrum 0.84 LS dan 99.65 BT atau tepatnya 57 KM sebelah Barat Daya Pariaman, berhubung dalamnya sumber gempa maka tidak terjadi tsunami yang menakutkan banyak orang pada awal-awal gempa tersebut terjadi.

Setelah gempa pertama ini kemudian masyarakat sekitarnya di guncang gempa kedua dengan kekuatan 6.2 SR tepat pada jam 17:38 WIB dengan lokasi 22 KM Barat Daya Pariaman, Episentrum gempa pada koordinat 0.72 LS dan 99.94 BT dengan kedalaman 110 KM di bawah laut.Banyak bangunan roboh dan rusak berat maupun ringan di kota Pariaman dan kota padang sendiri.

Gempa ini juga terasa di sepanjang Pulau Sumatra dari Sabang hingga ke pulau Jawa, semenanjung Malaysia bahkan Singapura terkena efek gempa ini.Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta sendiri terasa sebesar II MMI (Modified Mercalli Intensity). Saat ini bantuan terus mengalir kedaerah bencana, korban tewas terus bertambah dan masih banyak lagi yang dalam pencarian akibat terkena reruntuhan bangunan yang roboh.

Data terakhir 1 Oktober 2009 jam 23:00 WIB tercatat 390 orang tewas, 87 orang luka berat serta 2.094 orang luka ringan, ini data versi Satkorlak PB Sumatra Barat.Sedangkan data Satkorlak Depsos di laporkan korban telah mencapai 529 orang, luka berat 83 orang serta luka ringan sebesar 2.094 orang.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,



Gerakan Gempa 30 September 2009

2 Oktober 2009

Reruntuhan bangunan akibat gempa di Sumatra Barat

Gempa yang terjadi Rabu petang tanggal 30 September 2009 yang terkenal dengan gerakan gempa 30 September ini cukup memakan banyak korban jiwa. pemerintah dalam hal ini presiden SBY menerapkan masa tanggap darurat selama 2 bulan lamanya.

Gempa yang terjadi tepat di sore hari Rabu, 30 September 2009 jam 17:16 WIB dengan kekuatan lumayan hebat sebesar 7,6 SR (Skala Ritcher) pada kedalaman 71 KM, dengan episentrum 0.84 LS dan 99.65 BT atau tepatnya 57 KM sebelah Barat Daya Pariaman, berhubung dalamnya sumber gempa maka tidak terjadi tsunami yang menakutkan banyak orang pada awal-awal gempa tersebut terjadi. (more…)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Diposting pada Budaya, Ekonomi, Hukum, Lingkungan, Media, Muda, Pendidikan, Politik, Pusparagam, Sejarah, Sosial, Tanahair, Uncategorized | 6 tanggapan



kompasiana 33: Tantangan ASEAN di ABAD 21

Tantangan ASEAN di Abad 21
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 30 September 2009 - Dibaca 169 Kali -

Asean yang lahir di Bangkok-Thailand, pada tahun 1967 sekarang siap untuk masuk ke abad 21. Banyak persoalan yang timbul selama 42 tahun perjalanan perkumpulan bangsa-bangsa di Asia Tenggara ini. Pembangunan Komunitas Asean melalui konsolidasi negara-negara Asean harus terus tetap di jaga untuk mencapai kemakmuran bersama antar negara-negara Asean.

Di dasari atas persamaan nasib pasca kolonialisasi penjajahan bangsa-bangsa Barat di tanah Asia Tenggara, Negara-negara Asean bersatu padu untuk mengejar ketinggalan dari negara Barat.

Sekarang banyak isu-isu yang berkembang di antara negara-negara Asean seperti masalah multi etnis, multi bahasa, multi kepercayaan dalam agama , ada yang konservatif dan fundamentalis. Mekanisme sosial di negara Asean seperti korupsi yang meraja rela, trafficking (perdagangan manusia), perbedaan income ekonomi antar negara dan perbedaan hukum yang berlaku antar negara Asean sendiri.

Bagi negara-negara serumpun seperti negara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei tidak terjadi persoalan kultur budaya, saling klaim budaya negara lain sebagai budaya negara mereka. Juga perlu di pikirkan pembentukan mata uang bersama, penyelesaian masalah perbatasan antar negara, tidak merebut pulau-pulau negara lain, saling menghargai antar negara, tidak mencampuri urusan antar negara, tidak melakukan teror seperti warga Malaysia Nurdin M.Top, melakukan pemboman di Indonesia walaupun akhirnya dapat di atasi dengan baik.

Masalah teror yang di lakukan oleh warga Malaysia ini menurut Prof.Dr.Muladi,SH; tidak mencerminkan sikap saling menghargai dam saling menghormati, karena Nurdin M.Top ini di negaranya juga di anggap melakukan tindakan kriminalisasi dan lari dari pengejaran polisi Malaysia, jadi bukan sikap Malaysia sebagai negara yang mengacaukan negara Indonesia. Demikian kata Muladi dalam Seminar “Model Kepemimpinan ASEAN Guna Memperkokoh Komunitas ASEAN dalam Rangka Ketahanan Nasional” di gedung Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional), Jakarta, Rabu, 30 September 2009.

Lemhanas juga melakukan pelatihan kepemimpinan Asean yang di ikuti oleh beberapa siswa dari negara-negara Asean untuk mensosialisasikan norma-norma piagam Asean, apalagi Indonesia khususnya di Jakarta berdiri sekretariatan Asean.

Peran Duta Besar sangat penting untuk menyelesaikan segala persoalan yang timbul di permukaan agar tidak terjadi tindakan-tindakan anarki, seperti sweping warga negara lain itu keterlaluan, tetapi reaksi juga perlu asal jangan keterlaluan.

Tags: , , , , , , , , , , ,

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Tantangan ASEAN di Abad 21

Tantangan ASEAN di Abad 21; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 30 September 2009 - Dibaca 21 Kali -. Asean yang lahir di Bangkok-Thailand, pada tahun 1967 ...
public.kompasiana.com/2009/09/30/tantangan-asean-di-abad-21/

kompasiana 32 : Otonomi Daerah Perlu Di Evaluasi

Otonomi Daerah Perlu di Evaluasi
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 29 September 2009 - Dibaca 1 Kali -

Seiring dengan bergulirnya reformasi tahun 1998, kini daerah di seluruh Indonesia dari sabang sampai Meurake telah mencapai 524 daerah otonom yang ada sejak keluarnya UU NO.22 tahun 1999 serta direvisi menjadi UU NO.32 Tahun 2004.

Dalam 10 tahun terakhir ini pemekaran dan pembentukan daerah otonomi baru terus terjadi, total ada 33 provinsi, 398 kabupaten dan 93 kota. Menurut Prof.Dr.Muladi,SH; Gubernur Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional), hanya 20 % daerah yang berhasil dalam otonomi daerah, jadi perlu evaluasi secara menyeluruh; demikian kata Muladi dalam Seminar “Urgensi Pemekaran Daerah Untuk Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat” di gedung Lemhanas, Jakarta, selasa (29/09/2009).

Perlunya meratorium pemekaran daerah jadi harus di lakukan evaluasi dan menyusun grand design dan grand srategy tentang jumlah ideal daerah otonomi di Indonesia, baik daerah provinsi maupun kabupaten dan kota atas dasar parameter yang terukur.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Otonomi Daerah Perlu di ...

Otonomi Daerah Perlu di Evaluasi; Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 29 September 2009 - Dibaca 50 Kali -. Seiring dengan bergulirnya reformasi tahun 1998, ...
public.kompasiana.com/2009/09/29/otonomi-daerah-perlu-di-evaluasi/


kompasiana 31 : Awas Ranjau Paku

Awas Ranjau Paku
Oleh RACHMAD YULIADI NASIR - 17 September 2009 - Dibaca 1 Kali -

Hari Lebaran 1 syawal 1430 H sebentar lagi, banyak orang yang ingin mudik, baik sendiri maupun bersama keluarga.

Mudik sekarang yang harus tetap fokus di perhatikan bagi pengendara sepeda motor maupun kendaraan bermobil pribadi,bus serta angkutan darat lainnya.

Dari tahun ke tahun angka kecelakaan tranfortasi terus meningkat, di harapkan para pengemudi tetap waspada, khususnya terhadap ranjau-ranjau paku yang tersebar di jalanan.

Bandit-bandit jalanan siap beraksi, bila terkena ranjau paku, berhentilah di tempat aman, jangan di tempat sepi yang rawan perampokan.
SELAMAT MUDIK, SEMOGA ANDA SELAMAT DI TEMPAT TUJUAN.

Tags: , , , , , , , , ,